KABARINDO.NEWS, POHUWATO – Latihan bela diri Shorinjikempo di Universitas Pohuwato (UNIPO) terus menunjukkan perkembangan positif.
Setelah tiga kali latihan awal, kegiatan tersebut kini resmi memasuki tahap pembentukan dojo sekaligus musyawarah persaudaraan tingkat Kabupaten.
Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta mahasiswa dan mendapat perhatian khusus dari para senior, sensei, dan senpai dari Gorontalo dan sekitarnya yang turut hadir untuk memberikan dukungan yang digelar pada Sabtu, (14/2/2026) di Aula Gedung B Universitas Pohuwato.
Pelatih sekaligus dosen pengampu, Ahmad Hiola, menjelaskan bahwa kehadiran Shorinjikempo di Kabupaten Pohuwato merupakan langkah penting dalam mengembangkan bela diri yang tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga pembentukan karakter.
“Tujuan utama kami adalah bagaimana Shorinjikempo ini bisa hadir dan berkembang di Kabupaten Pohuwato, khususnya di Universitas Pohuwato. Ini menjadi tambahan kegiatan kemahasiswaan dan memberi warna baru di lingkungan kampus,” ujar Ahmad Hiola saat diwawancarai.
Menurutnya, para senior dari berbagai daerah merasa senang melihat perkembangan Shorinjikempo di Pohuwato, karena menunjukkan bahwa bela diri tersebut mulai tersebar ke berbagai wilayah.
“Para sensei dan senpai sangat senang ketika Shorinjikempo bisa tersebar ke seluruh daerah di Gorontalo, karena ajaran Shorinjikempo itu sangat baik, bukan hanya melatih fisik, tetapi juga mental dan karakter,” jelasnya.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah praktisi Shorinjikempo, di antaranya Sutrisno Talango, Ican Mokoago, Akbar dari Polres Pohuwato, serta Yasir dan Andika dari Gorontalo.
Ahmad Hiola menjelaskan bahwa latihan Shorinjikempo di Universitas Pohuwato diintegrasikan dengan mata kuliah olahraga, karena bela diri merupakan bagian penting dari pendidikan jasmani.
“Yang kita latih bukan hanya olahraga fisik, tetapi juga olah pikir dan olah rasa. Olah pikir melalui membaca dan menulis, olah rasa dengan memahami orang lain, dan olahraga fisik untuk menjaga kesehatan dan kesiapsiagaan diri,” katanya.
Ia berharap ke depan Shorinjikempo tidak hanya menjadi bagian dari mata kuliah, tetapi juga menjadi kegiatan yang diminati mahasiswa secara sukarela.
“Harapannya, mahasiswa tidak hanya mengikuti karena mata kuliah, tetapi juga karena kesadaran untuk melatih diri. Bela diri penting untuk menjaga kebugaran dan mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Dengan terbentuknya dojo resmi di Universitas Pohuwato, diharapkan Shorinjikempo dapat terus berkembang dan menjadi salah satu kegiatan unggulan kemahasiswaan di Kabupaten Pohuwato, Ujar ahmad hiola.













